SCROLL

The Home Of Wajak Man

Kabupaten Tulungagung memiliki potensi geomorfologi karst yang luar biasa, terutama di kawasan selatan yang didominasi oleh deretan gunung marmer dan gua-gua kapur yang menyimpan jejak kehidupan purba. Di antara keunikan alam tersebut, ditemukan fosil manusia prasejarah Homo Wadjakensis, bersama fosil hewan dan tumbuhan yang menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi lingkungan hidup manusia pada ribuan tahun lalu. Keindahan bentang alam karst yang berpadu dengan nilai sejarah dan ilmiah menjadikan wilayah ini sangat penting bagi penelitian geologi dan arkeologi di Indonesia. Melalui pengembangan Geopark Wadjakensis, potensi ini dilestarikan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung konservasi, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui wisata berbasis alam dan budaya lokal.
Homo Wajakensis

Homo Wadjakensis

Homo Wadjakensis atau Manusia Wajak adalah manusia purba yang fosilnya ditemukan di kawasan Wajak, Kabupaten Tulungagung, pada tahun 1888 oleh B.D. van Rietschoten dan kemudian diteliti oleh Eugene Dubois. Fosil ini diperkirakan berusia antara 28.000 hingga 37.000 tahun, berasal dari masa akhir Pleistosen. Ciri-ciri fisiknya menunjukkan perpaduan antara ras Australomelanesoid dan Mongoloid, menjadikannya salah satu bentuk awal manusia modern di Asia Tenggara. Penemuan Homo Wadjakensis memiliki arti penting bagi ilmu paleoantropologi karena menjadi bukti keberadaan manusia purba di Jawa Timur sekaligus menegaskan peran Tulungagung sebagai salah satu pusat evolusi manusia di Nusantara.

Geo Tourism

Explore a serene destination where ancient caves, sacred springs, and timeless craftsmanship come alive. From mystical grottos to peaceful village landscapes, experience authentic geotourism rooted in heritage and nature.

Error nich

Geo Events

Open Calendar

Articles

View More
Tulungagung

East Java, ID

Statistik

Pengunjung Hari Ini
--
Total Pengunjung
--